Waroenk Otomotif, Si Mbah terkadang bingung dan terheran - heran dengan pabrikan Honda di Indonesia, katanya pemimpin pasar, katanya penguasa pasar, katanya teknologinya DNA motoGP tapi mengapa silinder saja teknologinya telat. Padahal Yamaha dan Suzuki jauh lebih dahulu menerapkan teknologi pelapisan silinder dengan bahan yang lebih keras atau tanpa liner besi.
Beberapa waktu yang lalu pihak Honda Indonesia memberikan informasi bahwa CBR250RR yang akan diluncurkan beberapa saat lagi telah menggunakan silinder dengan teknologi nikasil atau silinder dengan pengerasan tambahan material. Teknologi serupa sudah dipakai oleh Yamaha Indonesia pada motor Yamaha Jupiter MX135 dengan sebutan DiAsil dan Suzuki Indonesia lebih lama lagi sudah mengaplikasi teknologi ini pada motor Satria Fu150 karburator dengan sebutan SCEM.
Teknologi Nikasil tergolong lama, karena pertama diperkenalkan pada tahun 1967 dan digunakan pada mesin - mesin motor besar dengan tujuan untuk mendongkrak tenaga mesin motor. Keunggulan dari Nikasil atau teknologi persamaannya adalah gesekan antara Piston dan silinder dapat diminimalisir dan bobot dari silinder menjadi ringan.
Apakah dengan penggunaan Nikasil pada silinder Honda CBR250RR, Honda masih bisa menekan harga setara dengan motor sejenis seperti Ninja 250 dan Yamaha R25. Atau dengan penggunaan Nikasil akan melambungkan harga dari HondaCBR250RR